Penyelenggara Umrah Masih Ada yang Menipu

LS Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh

– Perjalanan ibadah umrah di Indonesia sudah menjadi bisnis yang luar biasa. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat jumlah jamaah umrah yang berangkat pada 2018 mencapai 1.005.000 orang, sedangkan pada tahun 2019 ini hingga bulan April sudah mencapai 900.000-an orang  apika dikalkulasi dengan biaya yang dikeluarkan maka diperkirakan ada perputaran uang antara Rp 20 triliun hingga Rp 21 triliun.

Disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatiin, potensi bisnis ini melibatkan tidak hanya penyelenggara perjalanan umrah tetapi juga bisnis transportasi, catering, hotel, perbankan dan lainnya. Karena itu, wajar jika banyak orang ingin terjun dalam bisnis perjalanan umrah.  Namun, ada sebagian yang melakukan penipuan kepada jamaah baik dengan cara promo tiket, paket umrah murah dan lainnya. 

“Ada travel-travel biro umrah yang kemudian menipu jamaah dengan paket biaya yang tidak masuk akal. Itu mengapa Kementerian Agama terus mengawasi dengan ketat bisnis travel umrah ini. “Jangan sampai bisnis yang berhubungan dengan kegiataan ibadah keagamaan menjadi berantakan,” ungkap Arfi Hatim.  Dalam acara peluncuran logo PT Annur Maknah Wisata (Anamta Tour & Travel), di Jakarta.

Arfi mengingatkan bahwa mengantar orang ke Tanah Suci untuk ibadah umrah menjadi usaha yang amanah. Sehingga hak-hak jamaah perlu mendapatkan jaminan. “Saya berpesan agar Annur Makna Wisata senantiasa memberikan pelayanan maksimal yang professional sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Seperti diketahui,  Kemenag bulan Maret lalu kembali mencabut dua izin penyelenggara haji dan umrah. Adapun yang dicabut yaitu PT Bumi Minang Pertiwi dan PT Joe Penta Wisata. Sanksi pencabutan izin diberikan karena PPIU telah terbukti gagal memberangkatkan jemaah. “PT Bumi Minang Pertiwi dicabut izin karena gagal memberangkatkan lebih seribu jemaah umrah. Sedangkan PT Joe Penta Wisata gagal memberangkatkan ratusan jemaah,” ujar Arfi.

Direkur utama Anamta Tour &  Travel Zahrini Mahdi Muhammad mengatakan, maraknya kasus penipuan mengatasnamakan biro perjalanan haji dan umrah, akan menjadi perhatian. Untuk memberikan yang terbaik bagi jamaah, pihaknya menguatkan kaki perusahaannya di Saudi Arabia  bekerja sama dengan dua perusahaan yang cukup besar di negara itu yaitu Buroq United International dan Muassasah Travel Guide.

“Anamta akan menjawab kekhawatiran para jamaah yang akan berangkat. Pertama, kita akan menguatkan partner dengan menginjakan kaki di Arab Saudi, artinya kita bekerja sama dengan dua perusahaan yang sudah cukup besar di Saudi. Kita akan meng-clear-kan kerja sama dengan mereka, karena ke depan jamaah umrah yang paling utama.”

Menurut dia, kualitas pelayanan terhadap jamaah umrah menjadi tujuan utama dari kerjasama tersebut. Dengan cara seperti ini maka setiap jamaah  tidak perlu khawatir baik terkait pemberangkatan, transportasi, penginapan, hingga pelayanan lainnya.
“Kita lakukan kerja sama di Arab Saudi, ada perusahaan yang kerja sama dengan kita sehingga jamaah akan lebih terjamin,” tambahnya.

Zahrini mengatakan, tahun lalu Anamta memberangkatkan 1.125 jamaah, dan tahun ini hingga kuartal I sebanyak 2.200 jamaah berangkat bulan Syawal mendatang. Target tahun depan sebanyak 5 000 jamaah. Untuk diketahui Anamta menyediakan paket harga terendah Rp 21.550.000 dengan fasilitas menginap hotel bintang 4 dan perjalanan transit dengan waktu 9 hari.***

Close Menu