Lembaga Sertifikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh – PPIU -Umroh adalah rangkaian ibadah yang dilakukan di Kota Makkah, Arab Saudi dengan tata cara tertentu. Ibadah yang sering disebut sebagai haji kecil ini memiliki esensi untuk menapak tilas perjalanan Nabi Ibrahim.

Beribadah ke Tanah Suci, termasuk umroh, identik dengan usia tua. Padahal, banyak kegiatan dalam rangkaian ibadah umroh yang justru cocok dilakukan oleh anak muda.

Berikut alasan mengapa ibadah umroh dilakukan sewaktu masih muda :

  1. Kegiatan Fisik

Tata cara umroh banyak yang membutuhkan kekuatan fisik, seperti tawaf (keliling Kabah) dan sai (berlari kecil dari Safa ke Marwah). Kemudian, selain beribadah di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi, biasanya ketika jamaah ke Tanah Suci juga sekaligus berziarah ke tempat lainnya yang terletak di kota berbeda, seperti Masjid Al Aqsha dan Gunung Jabal Nur.

Jamaah berusia muda biasanya memiliki kemampuan fisik dan stamina yang lebih kuat daripada mereka yang berusia tua. Karena itu, kalau kita berangkat umroh di usia muda dengan badan yang fit, kondisi fisik bukan menjadi halangan untuk lebih khusyuk dalam beribadah umroh.

2. Petualangan

Dengan fisik yang masih kuat, jamaah berusia muda tentu bisa mengunjungi atau menjelajahi lebih banyak tempat sewaktu di Tanah Suci, termasuk mencicipi berbagai kuliner khas lokal. Jadi, tidak hanya ibadah yang dilakukan, tetapi juga sekalian traveling yang membuka wawasan.

3. Daya Ingat

Pemuda masih memiliki kemampuan mengingat yang lebih kuat, terutama untuk menghapal doa. Selain itu, daya ingat ini penting agar tidak mudah tersesat di kota atau situasi baru.

4. Rasa Ingin Tahu

Biasanya orang muda masih bersemangat untuk mencari tahu tentang berbagai hal yang ditemui dan dilakukan selama mengunjungi Tanah Suci. Hal ini bisa memicu kita untuk bertanya dan belajar lebih banyak sehingga bisa memahami dan meresapi esensi ibadah yang dilakukan lebih dalam.

5. Usia Produktif

Biasanya orang muda masih bersemangat untuk mencari tahu tentang berbagai hal yang ditemui dan dilakukan selama mengunjungi Tanah Suci. Hal ini bisa memicu kita untuk bertanya dan belajar lebih banyak sehingga bisa memahami dan meresapi esensi ibadah yang dilakukan lebih dalam.

Bila kita berniat ke Tanah Suci pada usia produktif, kita memiliki kemampuan keuangan untuk memenuhi biaya perjalanan ke sana. Kita punya waktu menabung yang lebih terencana agar tidak perlu menunggu tua untuk beribadah umroh.

6. Amal Soleh

Setelah kita pulang dari Tanah Suci, tentu tidak hanya oleh-oleh suvenir yang bisa disebarkan ke kerabat dan tetangga, tetapi juga perilaku kita. Berangkat umroh ketika muda, tentu kita bisa memiliki waktu lebih panjang untuk menyebarkan kebaikan dan keberkahan yang kita dapat dari ibadah kita.

Kesempatan beramal soleh pun lebih panjang, sehingga ibadah kita bisa bermanfaat tidak hanya bagi diri tetapi juga bagi lingkungan sekitar kita.

Close Menu